Road Safety

KESELAMATAN JALAN, KENAPA SIH ???

 

Oleh : Sonya Sulistyono, ST., MT.

Transportation Study Group (TSG) – Laboratotirum Transportasi

Jurusan Teknik Sipil – Fakultas Teknik – Universitas Jember

 

Disampaikan Pada Diskusi Terbuka

SR2 my Jember (Safety dan Responsible Riding Untuk Jemberku)

Gedung Soetardjo, 5 Desember 2007

 

 

APA SAJA ELEMEN-ELEMEN KEAMANAN JALAN RAYA ?

Lalu lintas ditimbulkan oleh adanya pergerakan dari alat-alat angkutan, karena adanya kebutuhan perpindahan manusia dan atau barang. Kebutuhan manusia yang semakin meningkat secara langsung akan meningkatkan kegiatan dan perkembangan lalu lintas. Dengan meningkatnya aktivitas lalu lintas tentunya kita mengharapkan adanya lalu lintas yang aman, nyaman dan  ekonomis. Untuk itu, keselamatan jalan adalah sangat penting dan paling utama. Tidak satu orangpun yang menginginkan celaka saat melakukan lalu lintas di jalan.

Unsur-unsur lalu lintas adalah semua elemen yang dapat berpengar­uh terhadap lalu lintas. Dan antara elemen-elemen tersebut saling terkait, elemen-elemen tersebut meliputi pemakai jalan (road users), kendaraan (vehicles), jalan (road) dan lingkungan (enviropment). Sedangkan untuk elemen-elemen yang menentukan keamanan jalan raya meliputi :

1. Pemakai jalan (road users)

2. Kondisi Jalan

3. Kondisi dan perencanaan traffic control devices

4. Kendaraan

5. Hukum dan peraturan lalu lintas (traffic law and ordinances)

6. Kondisi lingkungan

7. Pengelolaan sistem lalu lintas (traffic management)

 

1.  Pemakai Jalan (Road Users)

Pada prinsipnya pemakai jalan adalah semua orang yang meng­gunakan secara langsung dari jalan. Untuk kondisi di Indonesia, pemakai jalan yang memberikan andil dalam keamanan jalan raya adalah :

a.      Pengemudi, pengemudi yang dimaksud disini meliputi pengemudi sepeda dan kendaraan tak bermotorlainnya, sepeda motor, kendaraan bermotor biasa (mobil) dan kendaraan berat bermotor (bis dan truk).

b.      Pejalan kaki (pedestrian).

c.      Pemakai jalan yang lain, yang dimaksud adalah para pedagang kaki lima, pekerja galian listrik, kabel tilpun, pekerja perbaikan jalan, dll.

2. Kondisi Jalan

Meliputi desain geometrik dari jalan (road geometric design) dan kondisi perkerasan jalan tersebut, serta semua kondisi lain yang dapat mencegah ataupun menyebabkan kecelakaan (penerangan, pagar pemisah, bahu jalan, dll).

3.  Kondisi dan perencanaan rambu-rambu dan tanda pengatur lalu lintas (traffic control devices)

Yang termasuk dalam traffic control devices di sini meliputi traffic markings (marka jalan), traffic signs (rambu-rambu jalan)dan traffic signals (lampu pengatur lalu lintas).

4. Kendaraan

Dari beberapa hasil pengamatan yang dilakukan oleh beberapa pihak yang terkait dalam keamanan jalan raya, kendaraan berperan penting dalam menentukan keamanan jalan raya. Beberapa faktor dari kendar­aan yang berperan tersebut adalah :

a. Cara perawatan kendaraan

b. Cara penggunaaan kendaraan (sehubungan dengan kondisi kendar­aan)

c. Design dari kendaraan

5. Hukum-hukum dan peraturan lalu lintas (traffic laws and ordinances)

Hukum-hukum dan peraturan lalu lintas yang cukup berperan dalam mendukung keamanan lalu lintas jalan raya meliputi :

a.  Keadaan dari hukum dan peraturan itu sendiri.

b. Mekanisme kontrol untuk menegakkan hukum tersebut di jalan raya (traffic law enforcement).

6. Kondisi lingkungan

Keadaan lingkungan sekitar jalan akan memberikan andil kepada pengemudi dalam memberikan suasana nyaman dalam mengemudi atau bahkan sebaliknya. Sedangkan keadaan lingkunganpun akan memberikan beberapa pengaruh kepada kendaraan itu sendiri yang tentunya perlu diperhatikan oleh pengemudi.

7. Pengelolaan sistem lalu lintas (traffic management)

Pada bagian ini merupakan salah satu bagian yang diperlukan dalam menyelaraskan dan mengkoordinasikan elemen-elemen di atas untuk mewujudkan sistem lalu lintas aman dan lancar.

 

 

APA SAJA FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS ?

Faktor penyebab kecelakaan lalu lintas jalan raya dapat didekati dari unsur-unsur lalu lintas yaitu : pemakai jalan, kendaraan, jalan dan lingkungan. Semua faktor saling berkaitan satu sama lain yang dapat menyebabkan kecelakaan. Faktor yang paling dominan sebagai penyebab kecelakaan adalah pengemudi.

Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) berjudul World Report on Road Traffic Injury Prevention yang dikeluarkan April 2004, di seluruh dunia tiap tahun ada 1,2 juta orang meninggal, dan 50 juta lainnya mengalami luka-luka. Setiap hari 3.000 orang meninggal akibat lakalantas, 85 persen terjadi di negara-negara berkembang. Lakalantas juga merupakan penyebab 90 persen cacat seumur hidup (disability adjusment life years/Dalys). Sepeda motor merupakan penyumbang kecelakaan terbesar di jalan raya. Data Departemen Perhubungan menyebutkan, dari 17.732 kecelakaan di seluruh Indonesia pada 2004, 14.223 di antaranya melibatkan sepeda motor. Uniknya, pertumbuhan sepeda motor justru makin tinggi menyusul semakin macetnya jalan raya dan kenaikan tarif angkutan umum pada saat ini.

 

1. Pemakai Jalan

Pemakai jalan yang merupakan kunci utama penyebab kecelakaan adalah pengemudi. Di sini pengemudi mempunyai peran bagian dari mesin dengan mengendarai, mengemudikan, mempercepat, memperlam­bat, mengerem dan menghentikan. Sifat pengemudi sangat berpengar­uh dalam mengendalikan kendaraan yaitu pribadinya, latihan dan sikap.

Kedudukan pengemudi sebagai pemakai jalan adalah salah satu bagian utama dalam terjadinya lalu lintas. Pengemudi mempunyai peran bagian dari mesin dengan mengendarai, mengemudikan, mempercepat, memperlam­bat, mengerem dan menghentikan kendaraan. Dalam kondisi normal setiap pengemudi mempunyai waktu reaksi, konsentrasi, tingkat intelegensi dan karakter berbeda-beda. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh fisik, umur, jenis kelamin, emosi, penglihatan, dll. Dapat dilihat karakteristik dari setiap pengemudi yang satu dengan yang lainnya cukup beragam.

Mengemudikan kendaraan merupakan pekerjaan yang komplek. Selama mengemudi pengemudi langsung beriteraksi dengan kendaraan namun juga menerima dan menerjemahkan rangsangan disekelilingnya terus menerus. Kondisi jalan tol dengan perkerasan yang stabil dan nyaman berdampak pengemudi merasa nyaman dalam mengemudikan kendaraannya. Kondisi ini mendorong pengemudi menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi, apabila kewaspadaan pengemudi menurun maka dapat berakibat timbulnya kecelakaan. Empat faktor dalam mengemudi yang cenderung menjadi penyebab potensial kecelakaan lalu lintas yaitu :

a)      kondisi lingkungan,

b)      faktor fisik pengemudi,

c)      faktor psikologis pengemudi,

d)      faktor reaksi pengemudi.

Data statistik menunjukkan penyebab kecelakaan disebabkan faktor pengemudi baik di Indonesia maupun di luar negeri menduduki ranking tertinggi. Rekapitulasi data kecelakaan lalu lintas tahun 1981 sampai dengan tahun 1991 dari Direktorat Lalu Lintas Polri, faktor penyebab kecelakaan terbesar adalah manusia 89,56 %, diikuti faktor jalan dan lingkungan 5,64 % dan faktor kendaraan 4,80 %.

2. Kendaraan

Dalam kehidupan modern dewasa ini, kendaraan bermotor meru­pakan sarana penting dalam kehidupan manusia. Masalah utama yang penting adalah mengenai keselamatan bagi pengemudi, penumpang dan pemakai jalan lainnya yang erat kaitannya dengan lalu lintas. Dapat kita lihat bagaimana persaingan industri kendaraan bermotor dengan memdisain kendaraan dengan faktor keamanan yang tinggi. Konsep desain dan pemeliharaan kendaraan bermotor perlu memperha­tikan segi-segi :

– mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas

– mengurangi jumlah korban kecelakaan pada pemakai jalan lainnya

– mengurangi besar kerusakan pada kendaraan bermotor

Kecelakaan dapat  timbul karena perlengkapan kendaraan yang kurang bagus, kondisi penerangan kendaraan, mesin kendaraan, pengaman kendaraan, dll. Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pengendara kendaraan bermotor dan pemilik kendaraan bermotor seperti rem, lampu, roda, pemeriksaan dan pemeliharaan. Karena hal-hal tersebut akan meningkatkan keselalamatan bagi pemakainya dan pemakai jalan lainnya.

 

3. J a l a n

Sifat-sifat jalan berpengaruh sebagai penyebab kecelakaan lalu lintas, perbaikan kondisi jalan sangat mempengaruhi sifat-sifat kecelakaan. Higway dan traffic engineer mendesain jalan dengan spesifikasi standar dan dilaksanakan dengan cara yang benar dan perawatan yang cukup dengan maksud dan harapan untuk mendapatkan keselamatan bagi pemakainya.

Geometrik jalan perlu diperhatikan guna mengurangi kecela­kaan dan meningkatkan keselamatan di jalan. Kecepatan yang aman dimana sebuah kendaraan dapat menyesuaikan dengan lengkung (curve) tergantung kepada jari-jari lengkungan. Geometric standar memberikan dasar jari-jari lengkung meinimum untuk kecepatan yang berbeda-beda. Superelevasi diberikan untuk kendaraan dimana pada lengkungan diperlukan suatu kecepatan tertentu. Supereelevasi yang salah akan berakibat timbulnya kecelakaan lalu lintas.

4. Lingkungan

Kondisi lingkungan akan memberikan kontribusi terhadap kecelakaan lalu lintas. Lingkungan jalan yang kurang memadai mengakibatkan kenyamanan dari pengemudi menurun, hal ini akan berdampak kemampuan mengendalikan kendaraan akan menurun.

 

 

APA YANG BISA DILAKUKAN ?

Hal yang harus dilakukan adalah selalu mengigatkan kepada pemakai jalan. Cara mengigatkan ini dalap dalam bentuk sosialisasi atau kampanye maupun upaya penegakan hukum. Dalam sosialisasi atau kampanye haruslah sebuah program sosialisasi tersebut tidak terdengar sesaat dan tidak ada kelanjutan untuk menjaga ritme dari program tersebut. Kegiatan sosialisasi merupakan upaya selalu mengigatkan kepada pengguna jalan dan merubah budaya ataupun kebiasaan yang kurang tepat dalam berlalu lintas.

 

 

APA KAMPANYE KESELAMATAN “SR2 My Jember” ?

“SR2 My Jember”, dibaca : SR two to my Jember, dapat diartikan “Safety dan Responsible Riding untuk Jemberku. “SR2 My Jember” merupakan program sosialisasi keselamatan berkendara yang aman dan bertanggungjawab. Program ini merupakan wujud upaya bersama dari berbagai pihak untuk mensosialisaikan Kese lamatan Jalan (Road Safety).

Program  “SR2 My Jember” lahir dari Jember dan merupakan kemitraan Universitas Jember dan Kepolisian Resor Jember dengan pelaksana kerjasama antara Fakultas Teknik Unej (ujung tombak Jurusan Teknik Sipil) dan Satlantas Polres Jember dengan ujung garda terdepan pelaksana kegiatan adalah mahasiswa. “SR2 My Jember” merupakan bentuk sosialisasi Safety and Responsible Riding yang sebelumnya pernah berjalan.

 

Safety Riding

Safety Riding adalah “cara bekendara yang aman”. Program ini digulirkan pada tahun 2006. Himbauan-himbauan pada program safety riding adalah :

  1. Gunakan helm standar dan pastikan bunyi ”klik”.
  2. Nyalakan lampu walaupun di siang hari.
  3. Gunakan kelengkapan kendaraan, seperti : spion, lampu sein, dan kelengkapan standar

4.      MPU dan roda dua di lajur kiri.

Responsible Riding

Responsible riding bisa diartikan sebagai ”mengemudi yang bertanggungjawab”. Tanggung jawab di sini lebih ke saling mengahargai dan menyadari bahwa jalan ini merupakan milik bersama, sehingga tidak perlu saling serobot dan merasa dirinya prioritas utama di jalan (semua saling menghargai untuk keselamatan). Bentuk kampanye responsible riding :

1.      Jangan zig-zag dan main serobot di jalan

2.      Jangan ngebut di dalam kota (batas kecepatan 40 km/jam)

3.      Dahulukan kendaraan yang sudah menempati lajur

4.      Gunakan handsfree jika mengadakan sambungan ponsel

5.      Patuhi lajur kiri bagi sepeda motor (R2), MPU/Taxi

6.      Pakailah helm termasuk untuk anak-anak kita

7.      Jangan serobot lampu merah

8.      Gunakan zebra cross untuk menyeberang

Pesan Utama Yang Ingin Disampaikan

“Saatnya Berkendara Aman dan Bertanggung Jawab”

 

Keberlanjutan Program

Program sosialisasi atau kampanye tidak bisa dilakukan dalam waktu sesaat. Butuh waktu panjang untuk mengigatkan dan merubah masyarakat akan perilaku kurang tertib di jalan. Upaya yang akan dilakukan adalah :

“SR2 My Jember”Goes to Campus dan “SR2 My Jember”Goes to School

 

Apakah anda sekalian ingin peduli untuk keselamatan jalan ????

Mulailah saat ini kita lakukan dan dari kita sendiri kita lakukan berkendara aman dan bertanggung jawab untuk keselamatan semua (Global Roas Safety) !!!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s