SAFARI KAMPUNG 2008

Kegiatan ini diberi nama SAFARI KAMPUNG 2008, yang mempunyai makna mengunjungi setiap daerah atau kawasan yang memiliki angka atau fatalitas kecelakaan tinggi pada suatu periode tertentu berdasarkan data kecelakaan di tahun 2007 dan 2008 sebagai awal pelaksanaan.

Hal-hal yang menjadi tujuan utama SAFARI KAMPUNG 2008 adalah:

  1. Memberi perhatian khusus kepada masyarakat di daerah yang memiliki angka atau fatalitas kecelakaan tinggi pada periode tertentu.
  2. Berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung mengenai permasalahan-permasalahan yang muncul seputar lalu lintas, sehingga meminimalisasi kesalahpahaman antara polisi lalu lintas dengan masyarakat.
  3. Menyampaikan program Keselamatan Jalan  Safety and Responsible Riding kepada masyarakat secara langsung dengan tingkat akurasi program yang lebih tinggi.
  4. Memangkas jarak antara polisi lalu lintas, mahasiswa, dan masyarakat, seperti selama ini terjadi.

Metode dan Bentuk Kegiatan

SAFARI KAMPUNG 2008 dikemas dalam bentuk sosialisasi bersamaan dengan kegiatan-kegiatan rutin masyarakat, seperti pengajian atau pertemuan-pertemuan rutin lainnya, dan kegiatan berjalan seperti biasanya. Setelah pengajian selesai, polisi dan mahasiswa diberi waktu untuk memberikan sosialisasi dan membuka dialog dengan masyarakat mengenai permasalahan-permasalahan seputar lalu lintas. Prinsip metode ini adalah MEMBUKA DIRI, MENGENALKAN DIRI, DAN MENDEKATKAN DIRI. Hal utama yang harus mendasari diri personel setiap melakukan sosialisasi adalah KEIKHLASAN. Wilayah yang menjadi sasaran SAFARI KAMPUNG 2008 adalah wilayah yang memiliki angka atau fatalitas kecelakaan yang tinggi berdasar data kecelakaan.

Pembukaan dan ceramah dibuka oleh polisi lalu lintas. Apabila ada pertanyaan yang bersifat teknis, menjawabnya dibantu juga oleh mahasiwa. Hal-hal yang wajib disampaikan pada setiap kegiatan sosialisasi adalah :

  1. Tujuan kehadiran
  2. Mengingatkan bahwa kecelakaan dapat terjadi sewaktu-waktu pada setiap orang
  3. Menyampaikan bahwa daerah yang dikunjungi adalah daerah rawan kecelakaan atau daerah yang pada periode tertentu berdasar data kecelakaan memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi
  4. Faktor penyebab kecelakaan, antara lain : faktor manusia, kendaraan, lingkungan, yang selalu diawali oleh kelalaian atau pelanggaran
  5. Poin-poin berkendara aman dan bertanggungjawab
  6. Kewajiban memiliki SIM, mekanisme pengajuan SIM baru, mekanisme perpanjangan beserta batas waktu SIM di Satlantas Polres Jember, dan pelayanan SIM keliling
  7. Mekanisme pelayanan mengurus perpanjangan pajak kendaraan, seperti drive thru
  8. Karakteristik jalan raya dan bagaimana masyarakat harus memperlakukan sebuah jalan raya (sesuai kebutuhan apabila diperlukan/ditanyakan)
  9. Pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap terselenggaranya sebuah sistem lalu lintas (sesuai kebutuhan apabila diperlukan/ditanyakan)

Setelah disampaikan sosialisasi dibuka sesi tanya jawab. Hadirin yang bertanya jumlahnya disesuaikan, dengan mekanisme setiap pertanyaan langsung dijawab. Setiap pelaksanaan kegiatan, pihak polisi dan mahasiswa menyerahkan kenang-kenangan yang bermanfaat dan dibutuhkan bagi masyarakat. Kenang-kenangan tersebut berupa rokok, spanduk himbauan untuk dipasang di jalan, dan buku yasin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s